6 Hal ya「Lottery App」ng Perlu Diketahui tentang Krisis Evergrande Halaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat open house

Total

SebeluLottery ALottery Appppmnya, PemerintaLottery Apph China menetapkan aturan untuk mengendalikan biaya pinjaman pengembang, yang membatasi utang dalam kaitannya dengan arus kas, aset, dan tingkat modal perusahaan.

Tak cukup dengan itu, grup ini berencana menciptakan stadion sepak bola terbesar di dunia senilai 1,7 miliar dollar AS. Stadiun yang rencananya mampu menampung 100.000 penontoh itu diasumsikan selesai tahun depan.

Meski kebijakan terkait pengendalian pinjaman dikeluarkan Pemerintah China, tetapi

This file photo taken on September 17, 2021 shows a man walking past a housing complex by Chinese property developer Evergrande in Guangzhou, China's southern Guangdong province. - A state crackdown on China's colossal property market has helped send one of its biggest developers to the brink of collapse, and analysts warn the fallout could lead to the bursting of a bubble that has been building for more than two decades. (Photo by Noel Celis / AFP)

Dalam beberapa tahun terakhir, utang Evergrande menggelembung karena melakukan banyak pinjaman untuk membiayai berbagai kegiatannya.

Kewajiban itu termasuk 89 miliar dollar AS dari hutang yang belum terbayar. Adapun 42 persen di antaranya sudah jatuh tempo dalam waktu kurang dari setahun.

juga akan berpengaruh pada sektor ekonomi secara nasional.

Kebijakan ini pun membuat Evergrande tak bisa menjual properti dengan harga mahal. Mereka menawarkan propertinya dengan diskon besar untuk memastikan uang masuk, dan menjaga bisnis tetap bertahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Evergrande mengatakan, pihaknya mencapai kesepakatan dengan perusahaan milik China untuk menjual sebagian besar sahamnya di bank komersial seharga 1,5 miliar dollar AS. Ini menjadi tanda bahwa pihak berwenang negara itu berusaha membantu pengembang properti dalam mengelola krisis utangnya.

Pada 23 September 2021, Evergrande gagal membayar 83,5 juta dollar AS bunga atas utang luar negeri.

Puluhan investor beserta kontraktor nampak mendatangi kantor China Evergrande Group pada Selasa (14/09/2021) waktu setempat

Saham Evergrande pun anjlok hingga 85 persen tahun ini.

Pinjaman perusahaan mencakup hampir 20 miliar dollar AS obligasi berdenominasi dolar.

Grup ini mendapatkan reputasi buruk karena menjadi pengembang China yang paling banyak berhutang dengan kewajiban membayar senilai lebih dari 300 miliar dollar AS.

mencapai sekitar 304 miliar dollar AS pada pertengahan tahun ini.