Gejala Alam di Atmosfer dan Pengaruhnya ba「Betting platform website」gi Bumi

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat open house

La Betting platform webBetting platform websitesitenina menyebabkan musim huBetting platform websitejan panjang di wilayah Indonesia, sementara wilayah barat Amerika Selatan mengalami kekeringan.

Gas rumah kaca bertugas menjaga suhu bumi tidak terlalu dingin, sekitar 35 derajat celcius. Tanpa gas ini, suhu di bumi bisa mencapai -20 derajat celsius dan sangat dingin.

Jika CBetting platform websitefC terkena sinar ultraviolet, senyawa tersebut terurai menjadi senyawa yang mengandung klorin. Kemudian nanti akan terdapat lubang-lubang ozon.

Meski berada jauh dari bumi, atmosfer tetap memberikan pengaruh di bumi. Dilansir dari situs resmi Earth Observatory NASA, berikut gejala-gejala yang muncul di atmosfer:

Di lansir dari National Geographic, terdapat beberapa dampak perubahan iklim bagi kehidupan, di antaranya:

El Nino menyebabkan musim kemarau panjang dan kekeringan di wilayah Indonesia. Sementara di wilayah barat Amerika Selatan mengalami hujan lebat.

Baca juga: Pemanasan Global, Emisi Gas Rumah Kaca Masih Tinggi di Atmosfer

Pemanasan global adalah gejala peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan darat di permukaan bumi.

Dibandingkan masa sebelum Revolusi Industri, panas bumi meningkat 1,1 derajat celsius. Hal ini dinamakan pemanasan global.

Dari masing-masing gejala alam di atmosfer, memberikan dampaknya bagi bumi. Di antaranya:

Meningkatnya suhu dan bertambahnya penduduk akan meningkatkan penggunaan energi. Energi yang digunakan akan menghasilkan emisi yang menyebabkan perubahan iklim.

Perubahan iklim ini dapat mengakibatkan perubahan suhu air laut di Samudera Pasifik yang disebut El Nino dan La Nina.

Penyebab menipisnya lapisan ozon salah satunya dari aktivitas manusia. Lapisan ozon bisa rusak karena senyawa kimia bernama chlorofluorocarbons (CFC).

(Sumber: Kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Gejala ini disebabkan oleh efek rumah kaca. Efek rumah kaca menjadi salah satu komponen gas yang ada di atmosfer.

KOMPAS.com - Atmosfer merupakan lapisan gas yang berada di bumi. Atmosfer memiliki ketebalan 1.000 kilometer.

Baca juga: 6 Lapisan Atmosfer dan Fungsinya

Dalam setiap 10 juta molekul udara, hanya ada tiga molekul ozon. Ozon ini berfungsi sebagai pelindung atau perisai bumi dari radiasi sinar ultraviolet Matahari.

Perubahan iklim memicu lebih banyak cuaca ekstrem yang menghasilkan bencana. Misalnya, hujan dalam intensitas tinggi menyebabkan banjir yang merusak infrastruktur yang ada.

CFC adalah molekul yang mengandung karbon, klorin, dan fluorin. CFC berasal dari mesin pendingin, gas aerosol, dan produk plastik.

Es yang melelh menjadi air di lautan, akibatnya permukaan air laut membuat tanah yang tadinya daratan menjadi lautan.

Beberapa dampak negatif dari menipisnya lapisan ozon adalah:

Baca juga: Pemanasan Global: Proses, Penyebab, dan Dampaknya

Jika lapisan ozon menipis atau sampai terjadi lubang yang cukup besar, maka sinar ultraviolet dari Matahari akan secara langsung masuk dan mengenai permukaan Bumi. Hal ini karena tidak adanya penghalang.

Pada 2017, dua gletser di Antartika Timur melelah hingga 18 juta ton per tahun. Es di Greenland pun juga mengalami hal yang sama, meleleh hampir sejuta ton setiap harinya.

Naiknya permukaan air laut membuat batas antara air tanah dan air laut semakin jauh ke dataran. Sehingga dapat mencemari sumber air minum.

Perubahan iklim juga bisa berarti perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa cuaca rata-rata. Misalnya jumlah cuaca ekstrem yang semakin banyak atau sedikit.

Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi pola cuaca secara statistik sepanjang periode waktu.

Karena di lakukan dalam jangka waktu yang lama, gas rumah kaca semakin tebal dan membuat panas matahari lebih banyak terperangkap di bumi.

Baca juga: Pemanasan Global, 2019 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Lapisan ozon adalah lapisan yang ada di seluruh permukaan bumi dan mengandung molekul ozon. Molekul terdiri dari tiga molekul okesigen.

Semakin bertambahnya penduduk maka permintaan air semakin tinggi. Terjadi penyedotan sumber air secara besar-besaran.

Dalam 200 tahun terakhir, manusia di bumi menghasilkan karbon dioksida yang banyak dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas bumi.

Dilansir dari Kompas.com pemanasan global memberikan dampak berbahaya bagi semua makhluk di bumi. Secara langsung, peningkatan suhu membuat es atau gletser di kutub meleleh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Jika pemanasan tersebut terus berlangsung, maka semua es yang ada di kutub akan mencair. Diprediksi dalam waktu 30 tahun dari sekarang daratan akan mulai hilang.

Terletak pada lapisan stratosfer dan berjarak sejauh 15-35 kiolometer di atas permukaan bumi.