Weide official website_Football betting_Crystal Baccarat_Baccarat Cash Network_Sports platform betting

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat open house

“Halo sTTexas Hold'emexas Hold'ememuaTexas Hold'emnTexas Hold'emya, pertama-tama saya menyatakan saya tidak bersalah. Texas Hold'emvisa saya tidak overstay, saya tidak mencari uang di Indonesia. Saya ingin menyampaikan tentang LGBT dan saya dideportasi karena LGBTQ,” tuturnya seperti dikutip dari Kumparan, Rabu (20/1).

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kasus seorang wanita Amerika yang mendorong wisatawan asing untuk ramai-ramai pindah ke Bali di masa pandemi Covid-19. Aksinya itu pun menuai kecaman dari banyak pihak melihat ia merupakan content creator yang punya ribuan pengikut di media sosial.

Menaggapai keputusan dari Kemenkumham Bali soal pendeportasian, sang kuasa hukum menyatakan jika kliennya mengaku sedih sebab visanya yang masih aktif. Meski begitu di hadapan wartawan Kristen dan Saundra merasa nggak melakukan pelanggaran selama berada di Bali.

Dalam utas yang ditulis oleh Kristen Gray, ia juga mengungkapkan bahwa ia bisa menaikkan kualitas kehidupannya jadi “lebih baik” dengan harga yang lebih “terjangkau” di Bali daripada di negara asalnya. Sontak saja utas tersebut mendapat reaksi kecaman dari warganet yang menilai tindakannya nggak bijak dan bisa menimbulkan permasalahan baru.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Bali mengeluarkan keputusan untuk mendeportasi Kristen Gray dan pasangannya. Menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manuhuruk selain cuitannya yang mengajak WNA ke Bali bertentangan dengan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 nomor 2 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Covid-19. Kristen Gray juga dianggap memberikan informasi yang meresahkan masyarakat, antara lain tertulis sebagai berikut:

Kristen Gray bersama pasangan wanitanya, Saundra Michelle Alexander kemudian viral setelah menuliskan pengalamannya pindah ke Bali. Nggak berselang lama Kanwil Kemenkumham Bali memutuskan mendeportasi pasangan ini dari Indonesia nanti malam (20/1) sebab terbukti tindakannya bertentangan dengan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 nomor 2 Tahun 2021 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Covid-19. Lantas apa yang membuat Kristen Gray begitu viral hingga diputuskan untuk didepotasi dari RI, begini kronologinya.

Dalam utasnya, Kristen juga mengajak warga negara asing lain untuk berkunjung ke Bali meski pandemi Covid-19.

Pada Senin, 18 Januari 2021 nama “Bali” sempat menjadi trending topic di Twitter berawal dari utas unggahan Kristen Gray yang mengungkap beberapa keuntungan tinggal di Bali: seperti biaya hidup rendah, gaya hidup mewah, kenyaman bagi LGBT, hingga kemudahan hidup selama pandemi. Awalnya Kristen memutuskan untuk pergi ke Bali selama 6 bulan saja, namun karena kondisi Covid-19 ia tak bisa kembali ke kampung halaman dan menetap kurang lebih selama satu tahun. Ia mengaku di Bali justru merasakan “gaya hidup yang lebih baik” dan  “obat yang sempurna” untuk kesehatan fisik dan emosionalnya.

“Berkaitan  proses pendeportasian, untuk sementara warga Amerika atas nama Kristen Antoinette Gray ditempatkan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar,” ujar Jamarulis dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (19/1).

cuitan Kristen Gray sebelum dihapus I photo by Twitter gastricslut via twitter.com

“Kami sudah sertakan link ke agen visa kami (untuk dikases) dan bagaimana cara masuk ke Indonesia di tengah Covid,” cuitnya yang kini sudah dihapus, Sabtu (16/1).

Kristen Gray dan Saundra Michelle I Photo by Youtube LoveSaundra via www.matamata.com

Setelah kasusnya viral, pihak Imigrasi mencari keberadaan Kristen Gray untuk dikonfirmasi. Kemudian pada 19 Januari 2021 ia dipanggil ke Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar.

Ajakan Kristen Gray ini dinilai bisa memunculkan gentrifikasi. Mengutip KBBI, gentrifikasi sendiri bermakna “imigrasi penduduk kelas ekonomi menengah ke wilayah kota yang buruk keadaannya atau yang baru saja diperbaharui dan dipermodern”. Dalam jangka panjang, jika utas Kristen Gray ini diterapkan dan diikuti oleh banyak WNA, maka bisa memicu munculnya ketimpangan dan kecemburuan sosial karena perbedaan kualitas hidup antara warga lokal dan WNA pendatang yang punya pendapatan lebih besar.