Betting website platform_bvweide registration_Indonesia Super Quiz_Betting website platform

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat open house

Saat masih tinggaFootball betting app downloadl di Football betting app downloadrumah, Football betting app downloadketentraman hidupmu sudah terjamin. Kamu tidak perlu khawatir kelaparan. Akan selalu ada makanan yang tersaji di atas meja makan. Kamu hanya perlu duduk dan makan dengan lahapnya. Itu pun kamu masih bermalas-malasan saat ibumu meyuruh untuk menyegerakan makan.

Homesick memang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Mungkin saja saat ini tiba-tiba kamu bisa diserang rasa itu. Kamu bisa mengobatinya dengan mendengar suara keluargamu. Saat ibumu bertanya tentang keadaanmu di sana, tidak jarang kamu berbohong. Ya, kamu akan selalu bilang…

Saat zaman sekolah, SD lebih tepatnya, kamu akan bosan mendengar celotehan orangtuamu yang nggak henti menyuruhmu tidur siang. Saat itu, mungkin kamu sedang asyik bermain sama temen-temenmu di lapangan komplek. Kamu bete dong waktu bermainmu harus dipotong gara-gara tidur nggak penting itu. Dengan berat hati, kamu harus masuk rumah.

Banyak kebiasaanmu dulu yang berubah seiring berjalannya waktu.

Saat kamu mulai jenuh dengan aktivitas dan kegiatan kuliahmu, kamu bisa segera keluar dan mencari refreshment untuk menyegarkan otakmu kembali. Tanpa babibu, kamu bisa meluncur keliling kota dan nongkrong tempat asik dalam waktu singkat. Tinggal nyalakan motor, beberapa menit kemudian nyampe. Kepanasan? Nggak masalah.

Maaf gaes, aku tiba-tiba harus gantiin dosenku buat ngajar di kelas…

Aku ada meeting mendadak, ga bisa ditinggal. Maafin yah.

Seiring dengan kegiatan yang tak ada habisnya, waktumu kini menjadi semakin berharga. Kamu harus pandai menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan sahabat-sahabatmu. Ya, kalian kini sudah jarang untuk bersua. Urusan masing-masing pun sudah tidak bisa ditinggalkan. Padahal, semasa SMA dan kuliah, kalian bisa berkumpul kapan aja tanpa perlu berunding berhari-hari. Kalian bisa langsung hang out ke tempat nongkrong favorit.

Seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya kesibukanmu, kamu udah nggak bisa telpon mereka setiap saat. Yang awalnya telpon setiap hari, kini semakin jarang, menjadi setiap hari Minggu. Bahkan, bisa jadi kamu sempat memberi kabar mereka hanya sebulan sekali.

Tumbuh dewasa, cepat atau lambat, akan dialami seseorang. Proses pendewasaan ini membawa perubahan. Misalnya, kamu yang dulu masih belajar berjalan, sekarang justru jalan terus sampai kadang lupa pulang. Kamu yang dulu masih suka nangis dan dimaklumi karena masih anak kecil, sekarang malu kalau nangis di depan orang.

“Iya, baik-baik kok Bu.”

Untuk saat ini, bagaimana keadaannya? Kamu sudah tidak bisa bersantai bahkan untuk tidur lebih awal pun sulit. Selesaikan dulu pekerjaanmu baru kamu bisa bersantai. Tidak jarang kamu harus begadang hingga dini hari untuk menyelesaikan tugasmu.

Momen bercerita dan ngemil-ngemil bareng itulah yang sekarang susah banget buat dilakuin lagi. Anak-anak kini sudah beranjak dewasa, sudah memiliki kegiatan sendiri. Orangtuamu yang juga akan semakin berumur, sudah tidak bisa mendengar ocehan anaknya di hari Minggu. Sesekali saling dapat menyempatkan momen berkumpul seperti dulu, adalah sebuah momen mewah yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Apakah kamu menyadari bahwa waktu untuk sekedar berkumpul dengan anggota keluarga lengkap sudah masuk ke frekuensi ‘jarang sekali’? Dulu, tiap hari Minggu, kalian bisa duduk bersama di depan TV menonton kartun kesukaanmu.

Kebiasaan-kebiasaan apa sajakah itu?

Sekarang? Sudah jauh dari orang tua, kamu harus meningkatkan kemampuan mengolah bahan baku makanan supaya kamu tidak kelaparan di tanah rantau. Semua harus kerjakan sendiri. Paling tidak, kamu harus bisa menggoreng dan merebus. Merebus mi instan contohnya.

Mulailah untuk berhenti meminta uang dari mereka. Sudah saatnya kamu memiliki usaha sendiri. Mendapatkan pekerjaan memang bukan hal yang mudah, paling tidak dengan cara ini kamu bisa mengurangi beban finansial orangtua. Bahkan, sudah saatnya kamu untuk menyisihkan sebagian pendapatanmu untuk mereka.

Menginjak usia dewasa, kamu harus mulai merubah pola pikirmu. Bukan waktunya kamu untuk bersenang-senang menghabiskan uang pemberian orangtua. Ketika mereka harus banting tulang rela diterpa hujan panas tiada henti, sedangkan kamu hanya duduk cantik di cafe berfoya-foya. Apakah hal itu pantas?

Dengan semakin sulitnya melakukan hal-hal seperti sedia kala, kamu pun akan bersyukur telah diberkahi hal-hal membahagiakan. Dengan begitu, kamu akan semakin menghargai apa yang masih kamu punya, seperti keluarga, yang dengan sekuat tenaga kamu upayakan untuk tetap bahagia