Indonesia Lottery Results_Online Baccarat Sports_The foreign baccarat master's play style

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat open house

WBlBlackjack cardackjack cardah…. Wah…. Siapa yanBlackBlackjack cardJack cardg mau traktir nih? Mbak Mus kah?

Kalian jadi pada mau pulang kapan?

Detik-detik saat kamu terkapar tak berdaya karena maag kronismu kambuh lagi, temanmu ini tak berkeberatan jika malam-malam harus mengantarmu ke rumah sakit. Sampai dia sendiri tak memikirkan lelahnya karena seharian kuliah, atau tumpukan tugas yang ditinggalkannya begitu saja di sudut kamar. Saat tahu kamu sakit pun dia tak hanya sekadar bertanya sudah makan atau belum, tapi kadang menawarimu makanan apa yang bisa dia belikan. Bahkan dia tak masalah jika harus ikut menginap di rumah sakit, saat kamu harus dirawat.

Bayangkan saja jika di perantauan sudah jauh dari keluarga, tak ada juga teman yang mengerti kondisimu. Rindu rumah rasanya akan jadi hal yang setiap saat menghampiri. Sementara, jika ada teman yang sama-sama anak rantau, jangankan rindu rumah, pulang kerumah saja rasanya enggan. Sebab teman-teman inilah yang ampuh sekali mengobati rasa kesepianmu.

Karena cuma teman-teman perantau yang mengerti rasanya susah tanpa ada keluarga yang bisa lekas membantu. Kamu akhirnya sadar diri, jika kebahagiaan yang dimiliki saat ini harusnya pun dibagikan ke mereka. Sekalipun mereka sendiri tak pernah menuntut kamu membalas semua kebaikannya. Tapi, ya paling tidak rezeki yang tak seberapa ini bisa jadi tanda, kamu bukan orang yang ingat kalau sedang susahnya saja.

Kadang perjalanan memang lebih baik dinikmati sendiri. Tapi kalau ada teman untuk mudik bareng, tak menutup kemungkinan perjalanan kalian bisa lebih seru lagi. Karena itu punya teman merantau yang berasal dari kota yang sama pun membuat kamu punya teman mudik saat liburan datang. Lumayan ada teman mengobrol dan bercanda, sekaligus teman yang bisa diajak bergantian menjaga barang-barang bawaan kalian.

Selain masak bareng, kadang kamu dan temanmu ini pergi membeli makan bersama-sama. Biasanya sih di sekitar kos atau tempat tinggal kalian saja. Tapi kadang kalian bisa mendadak pergi ke tempat yang agak jauh. Bukan demi memuaskan hasrat si perut saja, tapi momen beli makan bareng ini pun kalian jadi kan ajang untuk cerita atau curhat-curhatan. Jadi beli makan saja memang bisa memakan waktu sampai berjam-jam lamanya. Maklum anak rantau, harus kepada siapa lagi bercerita kalau bukan ke teman senasib dan seperjuangannya.

Nis, minta sabun dong, boleh nggak?

Berasal dari kota yang sama otomatis membuat kamu dan temanmu ini punya selera makanan yang bisa dibilang tak jauh berbeda. Belum lagi adanya kesamaan tujuan untuk bisa mengirit pengeluaran. Berangkat dari sana lah, kamu dan temanmu memutuskan untuk patungan membeli beras pun segala bahan makanan. Lalu kalian pun masak bersama-sama. Terkadang makanan yang kalian masak sederhana sekali, tapi terkadang bisa juga mewah. Tergantung dari kondisi dompet kalian masih-masing saja. Tapi biasanya kalian masak bersama seperti ini, ya kalau uang bulanan sudah mulai menipis sih.

Mending jumatnya aja deh. Tiket kereta mahal kalau hari libur.

Orang bijak bilang, merantau itu meluaskan pergaulan. Dengan catatan, kamu tetap harus berhati-hati dalam memilih lingkungan dan teman. Mengingat di tanah rantau tak ada orangtua atau kakak yang bisa menjagamu. Salah pergaulan sedikit, kehidupanmu bisa saja berantakan.

Caranya pun sesederhana, kumpul di satu tempat entah kosmu atau salah satu dari mereka, lalu kalian menghabiskannya dengan berbincang, nonton film, sampai akhinya menginap berbarengan. Atau saat kalian sama-sama sedang jenuh sekali, ngetrip atau jalan-jalan barenglah yang jadi jawabannya. Meski kadang jalan-jalannya pun ala-ala backpackeran dengan dana seadanya. Sebab yang pentingkan bisa senang sama-sama.

Nggak apa-apa deh, yang penting makan. Hehehe

Sabun apa, An?

Jangankan sabun, kadang odol pun kalian tak pernah sungkan untuk saling meminta. Bahkan saat kamu atau temanmu belum dapat kiriman, lalu temanmu sendiri sudah kehabisan uang. Kamu tak pernah ragu untuk meminjamkannya ke temanmu ini. Sebab di tanah rantau selain ‘berbagi’, ada ‘gantian’ yang jadi mantra lain untuk memudahkanmu bertahan di tempat yang tak ada orangtua ataupun saudara. Intinya kamu ada saat temanmu membutuhkan, begitupula sebaliknya.

Nis, nanti kalau pulang nggak usah beli makan malam ya.

Masih tuh, tapi lauknya tinggal tumis tahu aja.

Sabun mandi. Sabunku habis, besok paling baru mau belanja. Soalnya besok juga baru dapet transferan.

Sabtu depan aja gimana?

Tapi bergaul di tanah rantau kadang tak semenyeramkan itu. Apalagi kalau kamu sudah paham seluk beluk lingkungan di sana, dan punya teman-teman yang ternyata senasib-seperjuangan yang jelas bisa dipercaya. Gambaran merantau pun pasti berbeda jauh. Biasanya teman-teman ini juga yang buatmu akhirnya betah di tanah rantau. Karena diam-diam bersama mereka kamu bisa berbagai keseruan layaknya keluarga di sana.

Eh, nasinya masih ada nggak?

Keberadaan serta kebersamaan mereka ini yang diam-diam buatmu merasa jika mereka lebih dari sekadar teman. Jadi bisa dibilang mereka ini ya keluarga keduamu di tanah rantau.