Baccarat official website_Baccarat Pot_Live Baccarat Registration

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat open house

Sbodogebbodogabodoggai seseorang yang memikul tanggung jawab, kamu juga memerlukan energi yang sangat besar untuk memikirkan banyak hal. Mulai dari mengelola karyawan yang sudah lama mengabdi, melatih karyawan yang baru akan bergabung, hingga memikirkan cara agar usaha keluarga yang sederhana ini tetap berjalan di tengah perubahan zaman.

Selain itu, kamu pun semakin ragu lantaran merasa tak punya pengalaman untuk melanjutkan usaha keluarga. Selama ini kamu hanya membantu orang tuamu sekenanya, selebihnya kamu sibuk dengan duniamu sendiri. Kamu lebih sering berada di kampus dan aktif di berbagai organisasi.

Selain itu, kamu pun takut jika mengurus usaha keluarga membuatmu terlihat layaknya anak manja. Tidak bisa berjuang sendiri, tapi sekadar melanjutkan apa yang sudah dicapai oleh orang tua. Ego untuk membuktikan bahwa kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri sangat besar, membuat kamu tak tertarik untuk mengelola usaha keluarga.

Bagaimana tidak, kamu harus memutar otak agar usaha yang sudah lama tidak terpantau orang tuamu ini kembali stabil. Belum lagi, kamu perlu memikirkan berbagai kendala yang mungkin akan datang mengusik kelancaran usaha keluargamu. Persaingan yang semakin ketat dengan usaha serupa yang lebih baru contohnya. Usaha keluargamu pun tentu butuh sistem pengelolaan yang baru. Dan siapa lagi yang mampu meneruskannya kalau bukan kamu? Orang yang tahu persis usaha keluargamu, sekaligus sosok yang berjiwa muda dan memiliki ide segar, ya cuma kamu.

Memasuki usia dewasa, tanggung jawabmu pun semakin besar. Segala cita-cita yang pernah kamu upayakan ternyata harus berubah total. Ya, kamu yang tadinya ingin menunjukkan kemandirian dengan bekerja di perusahaan impian atau merinstis usaha sendiri, kini harus menghapus rencana itu dari kepalamu.

Bayangkan, betapa sedihnya kedua orang tuamu jika melihat usaha yang dibangun dengan peluh dan keringat harus ditutup begitu saja. Berapa banyak kenangan dan kisah-kisah perjuangan mereka selama mengelolanya. Lalu, berapa banyak karyawan yang terpaksa “dirumahkan” sekalipun sudah mengabdi bertahun-tahun pada orang tuamu. Mereka pula yang ikut menyaksikan tumbuh kembangmu harus kehilangan sumber penghidupannya.

Sebenarnya, tidak jauh berbeda dengan bekerja di perusahaan besar atau merintis usaha sendiri. Mengelola usaha keluarga yang sudah lama berjalan jelas tidak semudah yang dibayangkan. Kamu butuh menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan yang sudah dibangun oleh orang tuamu selama ini.

Mengelola usaha sederhana milik keluarga tentu jadi hal baru bagimu. Bukan berarti kamu bisa malas-malasan lanataran menjalani usaha sendiri, tapi kamu justru akan semakin tertantang. Sama halnya seperti ketika bekerja kantoran, banyak hal yang akan membuatmu memeras otak.

Usaha orang tua yang sudah sejak dahulu berdiri memang membutuhkan tangan-tangan baru untuk mengurusnya. Kedua orang tuamu yang jadi penggeraknya sudah tak lagi sanggup lantaran terhalang usia. Kamu mungkin akan merasa ragu. Entah takut tidak bisa mengemban amanah, atau bahkan malu menghadapi komentar miring dari orang-orang di sekitarmu.

Kamu tentu tahu betul bahwa usaha itu sudah mulai dirintis kedua orang tuamu saat kamu masih kecil. Tak bisa dipungkiri, usaha itu pula yang menjadikan keluargamu bisa hidup berkecukupan sampai hari ini. Selain memberikan kehidupan yang layak, usaha itu pula yang membuatmu bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.

Mungkin ada sebagian dirimu yang menganggap bahwa bekerja mengurus usaha keluarga tidak membuatmu terlihat keren. Menjadi wirausaha tanpa setelan kemeja dan jas membuat tak bisa “tampil” di depan teman-teman seangkatanmu.

Ya, pilihan yang jika kamu iyakan akan membuat kedua orang tuamu merasa luar biasa gembira. Mereka pun berharap bisa membimbingmu menekuni usaha keluarga tersebut, karena jika tidak, besar kemungkinan usaha itu justru akan ditutup.

Orang tuamu yang dulu begitu gigih mengurus usahanya dari nol, kini hanya bisa berdiam diri di rumah. Mereka lebih banyak mengawasi usahanya dari jauh. Keterbatasannya itu membuat usahanya tak selancar dulu. Bahkan, setiap bulan kamu sering mendengarkan laporan pendapatan usahanya yang terus menurun.

Tak perlu ragu dengan keputusanmu karena sebaik-baik anak adalah mereka yang menjalankan amanat orang tuanya. Agar langkahmu semakin mantap, 7 alasan dalam artikel ini bisa jadi akan menguatkan niatmu!

Bisa jadi tidak pernah sekali pun orang tua memaksamu untuk mengikuti jejaknya meneruskan usaha keluarga. Orang tua pastilah cukup bijaksana untuk memberimu kebebasan dalam menentukan jalan hidup. Tapi mungkin, mereka hanya ingin menawarkan sebuah pilihan.

Jalan karir setiap orang bisa berbeda-beda. Tak ada salahnya jika kamu mantap melanjutkan usaha orang tua. Kemampuan membangun usaha pada dirimu justru bisa semakin terasah dan kamu pun punya kesempatan membuat kedua orang tuamu bahagia.

Di tanganmu, usaha sederhana keluargamu bukan tidak mungkin menjadi perusahaan besar. Ketika kamu bisa mengubahnya, kamu pun sudah cukup membuktikan bahwa kamu memang memiliki kemampuan yang baik. Kamu tak perlu lagi takut dianggap jago kandang atau hanya bisa mengekor orang tua. Yang kamu lakukan adalah meneruskan dan membesarkan usaha keluarga sehingga menjadi lebih baik. Dengan begitu, kamu dapat mengembangkan diri sekaligus membuat kedua orang tuamu bangga. Usaha keluargamu pun tetap berdiri, bahkan jauh lebih baik.

Sedari kecil, kamu memiliki cita-cita yang besar. Bekerja di perusahaan internasional, merantau dari kota tempatmu dibesarkan untuk pindah ke kota besar. Ketika kamu baru akan memulai mengejar cita-citamu itu, kamu justru dihadapkan pada posisi yang sulit. Di satu sisi, kamu sangat ingin membuktikan kemandirianmu dengan menggapai mimpimu sendiri dan bekerja di perusahaan impian. Tapi di sisi lain, kamu pun tidak ingin jika usaha keluarga yang turut membesarkanmu harus hancur begitu saja.