Macau Baccarat Website_Baccarat game_Best Baccarat Betting Method_Indonesian Football Handicap_Baccarat Tie

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat open house

SBodog Sports PlBodog Sports PlatformatformudaBodog Sports Platformh jelas bahwa tak melulu musBodog Sports Platformik Bodog Sports PlatformCadas seperti heavy metal memiliki stigma. Hasil studi sains sudah membuka mata dan telinga kita bahwa musik ‘ugal-ugalan’ juga memiliki dampak positif bagi kesehatan. Mekipun demikian, para peneliti menyarankan agar tidak terlalu sering melakukan head bang saat mendengar musik metal karena dapat sakit kepala dan pusing.

Bagi sebagian orang musik digunakan untuk mengungkapkan perasaan yang nggak bisa diwakili dengan kata-kata. Jenis musik yang kita dengar itulah bentuk ekspresi diri kita. Menurut Cadwallader, mereka menjadikan musik metal sebagai media keterbukaan. Dengan begini kesehatan mental baik hubungan keluarga, kerabat, maupun sahabat akan berjalan baik.

Seperti musik lain pada umumnya, kadang musik membuat hari lebih cerah dan berwarna begitu pula dengan musik metal. Musik metal dapat memperbaik mood ketika depresi agar lebih santai dan tetap semangat dalam menjalani hidupnya, genre metal memang sangat cocok untuk kamu yang sedang merasa badmood. Karena musik metal bertempo cepat, pastinya dapat membentuk mindset agar selalu semangat.

Kalau dengerin musik cadas, pasti orangnya nggak bener…

Musik memang sudah menjadi teman setia untuk menemani diri sekaligus mengusir stres. Musik metal dapat memberikan dorongan suasana hati. Musik menjadi teman setia sebagai penyemangat ketika stres. Putarlah musik metal favorit Anda karena itu dapat mengurangi rasa cemas dan menenangkan pikiran.

Dari penelitiannya, biasanya para remaja setelah lelah bergelut dengan pelajaran mereka memilih untuk mendengar musik cadas seperti, Iron Maiden, AC/DC dan lainnya.

Dari hasil penelitian, umumnya pendengar musik metal memiliki kecerdasan IQ tinggi. Hal ini dibuktiikan oleh penelitian musik metal di sekolah National Academy di Amerika yang melibatkan 1.057 murid dari usia antara usia 11 hingga 18 tahun. Mulai dari perilaku di sekolah, musik favorit, serta bagaimana mereka menghabiskan waktu santai.

Salah satu bukti nyata musisi metal memiliki intelijensi tinggi adalah Bruce Dickinson, vokalis Iron Maiden, yang selain musisi sekaligus novelis serta seorang pilot berlisensi penerbangan komersial.

“Kami melihat kelompok dengan harga diri lebih rendah dari rata-rata yang tidak merasa cukup disesuaikan. Mereka merasa lebih tertekan dan beralih ke heavy metal sebagai cara menghilangkan stres itu,” jelas Cadwallader.

Genre musik ini sangat cocok bagi mereka yang ingin menaikkan mood. Energi yang dihasilkan dari musik metal memberi dorongan semangat.

“Dengan berbicara berulang kali secara langsung dengan para penggemar heavy metal muda, ditemukan bahwa identitas metal membantu mereka menghadapi tantangan lingkungan dan membangun identitas serta komunitas yang kuat dan berkelanjutan, sehingga merngurangi potensi masalah kesehatan mental,” ungkap Leah Sharman dan Dr Genevieve Dingle, lansiran Kompas.

“Kami melihat kelompok dengan harga diri lebih rendah dari rata-rata yang tidak merasa cukup disesuaikan. Mereka merasa lebih tertekan dan beralih ke heavy metal sebagai cara menghilangkan stres itu,” jelas Cadwallader.

Hasilnya pun diluar dugaan. Banyak yang beranggapan bawah mereka yang mendengar musik klasik dapat mencerdaskan otak, itu semua salah besar. Karena dari hasil penelitian tersebut, mereka yang mendengarkan musik cadas dan agresif bisa keluar dan kepas dari rasa frustasi dan rasa amarah.

Entah sejak kapan atau kenapa, hobi mendengarkan musik cadas tampaknya selalu melekat pada perilaku anak-anak bandel yang hanya suka bikin rusuh dan nggak pernah mau mendengarkan orangtua. Berbanding terbalik dengan image pendengar musik klasik yang seringkali dipandang sebagai pribadi yang tenang, cerdas, dan berpendidikan. Meski sudah sangat melekat di pikiran kita, tapi apakah stereotip soal musik itu benar adanya?

Sebuah penelitian psikologi di Australia yang dilaksanakan pada tahun 2015 lalu, malah menunjukkan kesimpulan yang berbeda. Berdasarkan penelitian tersebut, sebagaimana dilaporkan ABC News, musik-musik ‘cadas’ seperti heavy metal justru disebut sebagai cara yang sehat untuk memproses amarah. Berbeda dengan anggapan umum, musik heavy metal yang keras dan ‘jedag-jedug‘ itu bahkan disebut-sebut baik untuk kesehatan mental. Wah berarti selama ini kita salah sangka ya guys, yuk lihat info selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!