Bagaimana Asal Muasal Ular Punya Taring 「American Lottery Online」Berbisa?

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Baccarat open house

PliciAmerican Lottery OnlineameAmerican Lottery OnlinericaAmerican Lottery Onlinen Lottery Onlineamerican Lottery Onlinedentine adalah kerutan di dekat pangkal gigi. Bagian tersebut menurut peneliti tampaknya menjadi awal mula sistem pengiriman racun ular.

Baca juga: Ada 76 Ular Berbisa di Indonesia, tetapi Kita Hanya Punya 1 Anti-bisa

Sebuah studi baru pun menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.

Namun ada satu yang tak memiliki yaitu Anilios (Ramphotyphlops) bicolor atau ular buta penggali.

Baca juga: Berukuran Sama Besar, Ular Berbisa Menelan Ular Lain di Australia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Namun terlepas dari itu, keberadaan taring yang tersebar luas pada ular masih menimbulkan teka-teka evolusi.

Lebih lanjut, ular bukanlah satu-satunya hewan yang mengembangkan kemampuan plicidentine. Fitur ini juga ditemukan di beberapa ikan dan amfibi awal.

Plicidentine terdapat di Yurlunggur, genus ular raksasa Australia yang telah punah hingga 20 juta tahun yang lalu.

Dari temuan itu, peneliti pun menyimpulkan jika plicidentine telah berevolusi menjadi saluran yang digunakan untuk membawa racun ke ujung taring. Perkembangan plicidentine ini sendiri menurut peneliti rupanya telah terjadi sejak lama.

KOMPAS.com - Ular berbisa menjadi salah satu hewan yang ditakuti karena memiliki kombinasi taring, serta racun yang dapat melukai spesies lain.

Penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B menunjukkan kalau plicidentine ditemukan di hampir semua ular yang mereka pelajari.

 Baca juga: Studi Sebut Manusia Punya Kemampuan Deteksi Ular Berbisa 

Bagaimana makhluk tersebut dapat mengembangkan taring berbisanya?

Mengutip IFL Science, Jumat (13/8/2021) untuk mengetahui jawaban tersebut, dalam studinya, peneliti mempelajari gigi atau taring dari banyak spesies ular, baik yang masih hidup maupun sudah punah.

Peneliti mencari fitur atau bagian yang dikenal sebagai plicidentine dalam studi untuk mencari asal muasal taring ular berbisa.

"Studi kami menjawab mengapa gigi ular berubah menjadi taring yang menyuntikkan bisa beracun," kata Dr Alessandro Palci, penulis utama dari Flinders University, Australia.

Seiring waktu, yaitu setiap kali ular menggunakan racun untuk menaklukkan mangsa atau mengusir predator, fitur tersebut meningkat kemampuannya.